Proyek yang dikerjakan oleh CV. Bungin Perkasa, yang pimpinannya sebagai ketua salah satu organisasi pengusaha ternama dikabupaten Banggai dan proyek ini berasal dari Dinas Pertanian Banggai termasuk plat deker yang sampai saat ini belum selesai dikerjakan. Pekerjaan proyek tersebut dimulai sejak 13 Nopember 2025
Pada sisi masuk dan keluar lintas plat deker harus dibangun Wing Wall (Dinding Sayap) : Dinding ini terletak di sisi masuk (inlet) dan keluar (outlet) saluran untuk menahan tanah agar tidak longsor ke sisi kiri dan kanan karena kondisi jalan berbentuk punggung kura-kura. “Ini proyek asal jadi, kiri kanan plat deker tidak ditanggul maka pada saat musim hujan akan terbawa arus air dan bisa terjadi lingsor”ujar salah satu warga
Sebagai pengguna jalan usaha tani mengeluhkan bangunan plat deker tersebut yang sampai saat ini belum selesai dikerjakan, ia menuturkan dihadapan awak media, sudah beberapa orang yang jadi korban kecelakaan saat mengendarai roda dua jika lewat dan menghindari plat deker tersebut
Ia berharap proyek plat deker dapat segera terealisasi pada tahun 2026 dan berharap pihak Dinas Pertanian selalu mengawasi proyek agar bisa bermafaat bagi para petani di desa kami.
“Kami hanya ingin apa yang sudah dianggarkan benar-benar sampai ke masyarakat dalam bentuk pembangunan nyata. Jangan sampai ini menjadi preseden buruk bagi pengelolaan dana ABPD,” tuturnya
Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Banggai salah satu stap saat ditemui awak media pada hari Senin tgl 4 Mei 2026 diruang kerjanya mengatakan bahwa proyek tersebut sudah PHO, namun dananya masih diblokir oleh pihak bank.
Keterlambatan pekerjaan dan pihak Dinas sudah laksanakan PHO menjadi sorotan publik, mengingat pekerjaan belum selesai mengapa dari Dinas sudah PHO terhadap pekerjaan ini, dalam arti kurangnya pengawasan oleh Dinas, karena tujuan program ini adalah bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat. Kejelasan dan akuntabilitas pemerintah menjadi harapan utama warga Desa Sirom Kecamatan Lamala. Red

Posting Komentar